Kamis, 29 Oktober 2015


A.    PENGERTIAN MENYIMAK

Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.

Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalam kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.
Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.


B. FAKTOR PENDUKUNG KETERAMPILAN MENYIMAK

    Komponen/faktor-faktor penting dalam menyimak adalah sebagai berikut :

1. Membedakan antar bunyi fonemis.
2. Mengingat kembali kata-kata.
3. Mengidentifikasi tata bahasa dari sekelompok kata.
4. Mengidentifikasi bagian-bagian pragmatik, eskpresi, dan seperangkat penggunaan yang berfungsi sebagai unit sementara mencari arti/makna.
5. Mengulang kata-kata penting dan ide-ide penting.

C.    FAKTOR PENGHAMBAT MENYIMAK

1.      Faktor Fisik
Faktor pisik ialah kondisi jasmani penyimak pada waktu ia mengadakan kegiatan menyimak. Kondisi pisik menyimak terdiri dari dua hal, yaitu kondisi penyimak sangat baik (prima) dan kondisi pisik menyimak sangat jelek. Adapun yang termasuk kondisi pisik menyimak jelek ialah :
a.       Penyimak dalam keadaan sakit, sehingga ia tidak dapat menyimak dengan baik.
b.      Alat dengar penyimak terganggu atau rusak.
c.       Kondisi lingkungan penyimak kurang baik.
d.      Alat bantu menyimak tidak dapat berfungsi, sehingga penyimak mengalami kegagalan.

2.      Faktor Psikologis
Faktor psikologis adalah faktor yang berkaitan dengan gejala kejiwaan penyimak. Hal ini dapat berupa :
a.       Sikap kurang simpatik dari penyimak.
b.      Penyimak memiliki sikap egosentris yang sangat tinggi.
c.       Penyimak berpandangan terlalu sempit terhadap permasalahan yang disimak.
d.      Timbul rasa kebosanan yang mendalam dari para penyimak.
e.       Sikap yang ditunjukkan penyimak kurang menghargai pembicara.

3.      Faktor Pengalaman
Faktor pengalaman ialah segala sesuatu yang pernah dialami penyimak        sebelumnya. Pengalaman yang banyak dan beragam akan memperkaya pada diri penyimak.  Pengalaman dalam menyimak berupa :
a.       Ide atau gagasan yang telah diperoleh sebelumnya.
b.      Topik atau pokok pembicaraan sebagai bahan simakan.
c.       Ungkapan-ungkapan atau idiom baru yang pernah dimiliki.
d.      Istilah-istilah baru dan istilah asing yang dimiliki.
e.       Tehnik menyimak efektif yang telah dimiliki penyimak.
f.       Gaya penyampaian dan gaya menyimak harus diselaraskan.
g.      Cara mengatasi ketegangan yang terjadi pada diri penyimak.



D.    TEKNIK MENYIMAK UNTUK KEGIATAN PRAKTIS
a.      Mengusahakan datang  lebih awal sehingga keadaan tenang saat menerima materi 
b.      Mencari posisi duduk paling nyaman dan strategis yaitu di bagian depan
c.       Selalu membersihkan alat pendengaran agar pendengaran lebih jelas
d.      Mempelajari materi yang akan disajikan terlebih dahulu sebelum dimulainya kegiatan menyimak
e.       Berkonsentrasi pada saat penyampaian materi
f.       Membuat catatan kecil mengenai hal-hal penting yang disajikan penyaji


Selasa, 20 Oktober 2015



Tugas Bahasa Indonesia

RAGAM BAHASA INDONESIA

     1. Apa yang menjadi latar belakang adanya ragam bahasa indonesia? Jelaskan dengan disertai contoh!
     2. Apa saja perbedaan ragam bahasa tulis dan bahasa lisan? Jelaskan dengan disertai contoh!
     3. Bagaimanakah perbedaan ragam sosial dan ragam fungsional? Jelaskan dengan disertai contoh!
     4. Bagaimanakah bahasa indonesia yang baik dan benar? Jelaskan dengan disertai contoh!
     5. Permasalahan apa saja yang ditimbulkan dari adanya ragam bahasa indonesia di masyarakat? Jelaskan dengan disertai contoh dan solusi!


Jawab

 1. Apa yang menjadi latar belakang adanya ragam bahasa indonesia? Jelaskan dengan disertai contoh! 

 Timbulnya ragam bahasa tersebut disebabkan oleh latar belakang sosial, budaya, pendidikan, dan bahasa para pemakainya itu.
 Yang dimaksud dengan ragam atau variasi bahasa adalah bentuk atau wujud bahasa yang ditandai oleh ciri-ciri linguistik tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh cirri-ciri linguistik, timbulnya ragam bahasa juga ditandai oleh cirri-ciri nonlinguistic.
contohnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakaiannya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.

 2. Apa saja perbedaan ragam bahasa tulis dan bahasa lisan? Jelaskan dengan disertai contoh!

Ragam Bahasa Tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau  bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
            Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.
misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
Sedangkan, Ragam Bahasa Lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
 Contohnya:
Ragam bahasa cakapan adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
Ragam bahasa pidato adalah ragam bahasa yang digunakan saat membacakan pidato dimuka umum. Biasanya pidato berisi penegasan kalimat untuk bias diterima si pendengar.
Ragam bahasa kuliah adalah ragam bahasa yang digunakan pada saat kuliah yaitu pada saat pembelajaran antar mahasiswa dan dosennya.
Ragam bahasa panggung adalah ragam bahasa yang digunakan seseorang saat di panggung ketika mengisi acara hiburan lain agar bias diterima penonton.

3. Bagaimanakah perbedaan ragam sosial dan ragam fungsional? Jelaskan dengan disertai contoh!

Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Ragam sosial dapat didefinisikan sebagai ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakantan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam sosial membedakan penggunaan bahasa berdasarkan hubungan orang. misalnya berbahasa dengan keluarga, teman akrab dan atau sebaya, serta tingkat status sosial orang yang menjadi lawan bicara. Ragam sosial ini juga berlaku pada ragam tulis maupun ragam lisan.
Sebagai contoh orang takkan sama dalam menyebut lawan bicara jika berbicara dengan teman dan orang yang punya kedudukan sosial yang lebih tinggi. Pembicara dapat menyebut “kamu” pada lawan bicara yang merupakan teman tetapi takkan melakukan itu jika berbicara dengan orang dengan status sosial yang lebih tinggi atau kepada orang tua.
Sedangkan ragam fungsioanal, sering juga disebut ragam professional merupakan ragam bahasa yang diakitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Sebagai contoh yaitu adanya ragam keagamaan, ragam kedokteran, ragam teknologi dll. Kesemuaan ragam ini memiliki fungsi pada dunia mereka sendiri.

 4. Bagaimanakah bahasa indonesia yang baik dan benar? Jelaskan dengan disertai contoh!

Pengertian benar pada suatu kata atau kalimat adalah pandangan yang diarahkan dari segi kaidah bahasa. Sebuah kalimat atau sebuah pembentukan kata dianggap benar apabila bentuk itu rnematuhi kaidah yang berlaku. Kaidah itu meliputi aspek:
     a. Tata bunyi (fonologi)
     b. Tata bahasa (kata dan kalimat)
     c. Kosakata (termasuk istilah)
     d. Ejaan
     e. Makna


     Contoh: Indra membeli baju di pasar.


5. Permasalahan apa saja yang ditimbulkan dari adanya ragam bahasa indonesia di masyarakat? Jelaskan dengan disertai contoh dan solusi!

 Permasalahan yang ditimbulkan dari adanya keragaman bahasa adalah:
    a. Sulitnya berkomunikasi
    b. Sering terjadi kesalahpahaman
Contoh pada saat terjadi perbincangan antara orang Suku Banjar dengan orang Suku Jawa yang menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing akan tejadi kesalahpahaman antara keduanya. Jadi, solusi untuk permasalahan ini adalah mereka harus menggunakan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia saat hendak berkomunikasi dengan orang yang berbeda suku.

Itulah beberapa pengertian dan penjelasan tentang ragam Bahasa Indonesia.
Terima kasih.

Minggu, 11 Oktober 2015



Laporan Pengembangan Pembahasan

1). Apa yang anda ketahui mengenai Bahasa Indonesia dan perkembangannya ?

a.     Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia. Penggunaan Bahasa Indonesia diresmikan setelah proklamasi kemerdekaan bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
Dari segi linguistik, bahasa Indonesia adalah varian dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sunda-Sulawesi yang digunakan sebagai lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara sejak abad awal penanggalan modern.
Bahasa melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara, serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah di terima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia.
Dalam perkembangannya Bahasa Indonesia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang bertujuan untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama "bahasa Melayu" tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya atau bagian Sumatera. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah, bahasa asing maupun kata-kata yang tercipta dari lingkungan sekitar.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan warga Indonesia. Sebagian besar menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya.

b.    Sejarah Awal Perkembangan Bahasa Indonesia
Awalnya, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi karena penguasaan bahasa Belanda para pegawai pribumi dinilai lemah. Dengan menyandarkan diri pada bahasa Melayu Tinggi, sejumlah sarjana Belanda mulai terlibat dalam standardisasi bahasa. Promosi bahasa Melayu pun dilakukan di sekolah-sekolah dan didukung dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Melayu. Akibat pilihan ini terbentuklah "embrio" bahasa Indonesia yang secara perlahan mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
1.     Bahasa melayu merupakan Lingua Franca di Indonesia, yaitu bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
2.     Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.     Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi awal bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
4.     Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia yang saat itu disebut Hindia-Belanda, mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu-yang saat ini menjadi wilayah Malaysia-di bawah pimpian Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuijsen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu Van Ophuijsen pada tahun 1896 yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908 yang saat ini bernama Balai Pustaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah.
Dalam pidatonya
di Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan,
"Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan."
Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan Indonesia yang banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata,sintaksis, maupun morfologi bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia dituturkan di seluruh Indonesia, walaupun lebih banyak digunakan di area perkotaan dengan dialek dan logat daerahnya masing-masing. Untuk berkomunikasi dengan sesama orang sedaerah kadang bahasa ibulah yang digunakan sebagai pengganti bahasa Indonesia.


2). Bagaimanakah kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL
Kedudukan pertama bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan. Hal ini tercantum dalam Sumpah pemuda (28-10-1928). Ini berarti bahwa bahasa Indonesia  berkedudukan sebagai Bahasa Nasional. Kedua adalah sebagai bahasa negara.
Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia memiliki beberapa fungsi  yaitu :
a. Lambang kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai luhur yang mendasari perilaku bangsa Indonesia.

b. Lambang Identitas Nasional
Bahasa Indonesia mewakili jatidiri bangsa Indonesia, selain Bahasa Indonesia terdapat pula lambang identitas nasional yang lain yaitu bendera Merah-Putih dan lambang negara Garuda Pancasila.

c. Alat perhubungan
Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan. Maka dari itu digunakanlah Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan perhubungan nasional.

d. Alat pemersatu bangsa
Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya,  bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.


3). Bagaimanakah kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NEGARA
Bahasa negara sama saja dengan bahasa nasional atau bahasa persatuan artinya bahasa negara merupakan bahasa primer dam baku yang acapkali digunakan pada kesempatan yang formal.
Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara yaitu :

a. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.

b. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak, maka materi pelajaran yang berbentuk media cetak juga harus berbahasa

Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing atau menyusunnya sendiri. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan  perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek)

c. Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam hubungan antar badan pemerintah dan  penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan  penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan agar isi atau  pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

d. Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran,  buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

LAPORAN PEMBAHASAN
~ Carilah permasalahan penggunaan bahasa baik sebagai Bahasa Nasional maupun Bahasa Negara, berikan solusi atas permasalahan tersebut !
a). Permasalahan
Sekarang ini banyak sekali umat bangsa Indonesia, baik anak muda maupun orang tua yang mencampur adukan Bahasa Indonesia dengan bahasa sehari-hari ataupun bahasa daerah dalam berkomunikasi dalam kehidupannya. Faktor yang mungkin juga dapat mempengaruhi kesulitan dalam berbahasa Indonesia bagi seseorang adalah kebiasaan seseorang dalam berbahasa daerah dalam kehidupannya, yang dapat membuat kemampuan berbahasa Indonesia seseorang berkurang.
Pada permasalahan berikut ini mungkin menurut kalian hanyalah hal kecil yang tak perlu kalian perhatikan. Tetapi, sebenarnya dari hal kecil inilah kita dapat membangun hal yang besar didalamnya, karena dengan berawal dari membiasakan diri untuk menggunakan Bahasa Indonesia akan dapat membuat Bahasa Indonesia menjadi lebih dikenal untuk bangsa Indonesia itu sendiri. Dapat dikatakan disini dengan istilah “Memasyarakatkan Bahasa Indonesia dan sebaliknya”. Karena berawal dari kita tidak membiasakan untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari yang akan dapat membuat Bahasa Indonesia tergerus dan terkikis oleh Bahasa yang bukan Bahasa Indonesia seperti bahasa sehari-hari.
b). Solusi
Disini kita sebagai bangsa Indonesia sebaiknya dapat mempelajari dan memahami terlebih dahulu sehingga pada saat kita menggunakan bahasa Indonesia tersebut kita dapat terhindar dari berbagai macam kesalahan dalam berbahasa ataupun penyakit dalam berbahasa, seperti yang sudah kita diskusikan pada Rabu, 7 Oktober 2015. Cara lain yang dapat mengurangi permasalahan tersebut adalah dengan cara membiasakan diri untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah artikel tentang Laporan Pengembangan Pembahasan Bahasa Indonesia dari kami.
Seperti yang kalian ketahui manusia tempat salah dan khilaf, oleh karna itu maklumilah atas kekurangan dari artikel ini. Terima kasih !